Minggu, 14 Juli 2013

seni dan jiwa.

warna abu - abu
diantara kebenaran dan kesalahan
duka dan salah
tidak lebih hina dari kebenaran
terlalu banyak menatap kebenaran dan menyadari yang nyata
meledakkan logika dan melelahkan nalar
menumpulkan intuisi
dan jangan heran ketika otak meminta mati
sebagian menuntut pembalasan
sebagian memaksa pertanggungjawaban
tapi sejatinya
ketenangan hanya butuh pengakuan

hari ini gue nonton teater, Teater Satu dari Bandar Lampung, judul lakonnya Maut dan Sang Perawan. Lokasinya di Komunitas Salihara (@salihara), bersama dua orang sahabat yang (ternyata) suka teater juga.agak ga menyangka dan agak cekewa baru tau ada anak kampus gue yang suka nonton teater juga :'
gue udah lama banget ga nonton teater, sejak lulus sma. mungkin pernah sekali dua kali tapi itupun awal kuliah dan lakon yang gue tonton terasa semakin nyesep ke dalam hati. Karena ceritanya, pesannya, pengaturan panggung dan sejenisnya, penghayatan pemainnya..semuanya. di cerita ini gue mengambil banyak kesimpulan yang membuat gue terharu, mungkin bagi tiap yang nonton perasaannya beda kali ya.pesan yang ditangkep juga beda.
Yang jelas menyaksikan teater hari ini bikin gue super senang, membangkitkan kesenangan gue jaman sekolah dulu yang hampir ga pernah gue lakukan di kuliah. Lomba teater pas Bulan Bahasa dulu tetap salah satu favorit gue loh, menyaksikan bibit - bibit pemain peran yang hebat seperti sahabat - sahabat gue di seberang pulau sana, Miranti dan Omega. btw gue kangen melihat akting mereka yang seperti kemasukan peran yang mereka mainkan, meskipun mereka bukan anak IKJ. Mereka anak farmasi dan kedokteran yang pintar bermain topeng.
Benar kata ibu, seni membuat kita kaya ilmu. melihat orang bermain lakon, membaca tulisan orang, mencoba menuliskan pemikiran, atau bersenandung dan melantunkan melodi itu semua memperkaya diri. Karena sahabat semua pencipta dan pecinta seni adalah inspirasi :)



Dua sahabat yang (ternyata) juga mencintai teater

sayang di dalam teater ga boleh foto adegan pertunjukannya :'')



Tidak ada komentar:

Posting Komentar