Kamis, 18 Juli 2013

melodi ambang batas

i write this especially for Mardianto Kurniawan, the best and the most humble musician i've ever met at campus.
for every melody-makers and performers at architecture untar who have ever share their music in joy.
for every fighters of 8.15, and every superb mate from every batches. we are really family.
thank you smooch :*

Melodi yang melantun dari piringan hitam tua
Terasa tak pernah tertinggal waktu
Lantunannya tidak pernah pergi
Hingga kini para pejuang berdiri di ujung tebing pantai
Satu loncatan, kau bebas.
Satu loncatan, namun kau memilih sendiri
Pulau mana yang kautuju
Melodi itu terus melantun
Dan tetap tidak mau pergi
Melodi itu mengulang satu nada tak berubah.
Keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar