Rabu, 14 Agustus 2013

Colloseum Sendiri

"Lo masih sayang?"
"Masih."

"Masih peduli juga?"
"Masih."

"Dan sekarang lo mau ngapain?"
"Diam dan nggak membenci. Oh ya, dan berdoa. Cuma itu yang memungkinkan saat ini."

"Lo ga mencoba ?"
"I've tried but he wants a distance."

"Dan lo masih menunggu dia?"
"Not to be mine. Gue menunggu dia menjadi dirinya yang seharusnya."

"Sendirian?"
"Iya. Singa petarung di Roma sudah dilatih buat pertarungannya di Colloseum. Dan dia harus memenangkannya tanpa bantuan, atau mati. Oh ya, anyway gue selalu berdoa buat para singa petarung itu. Agar menang atau kalah dia tetap dalam genggaman Yang di Atas yang melindungi jiwanya"

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk Inspirasi

Suatu malam di suatu sudut
Melodi tercipta di alam bawah sadar
Berlari bersama kumpulan imajinasi
Dengan mata tertutup.

Mimpi ini tentang inspirasi
Pejuang hidup menjunjung kebahagiaan
Orang yang terus maju
Didengarkan, atau tidak didengarkan.

Ini melodi mimpi
Tercipta tanpa kesadaran
Ini melodi inspirasi
Menyeret niat untuk ikut berjuang.
Mencipta.

Adalah seharusnya mencipta dengan cinta
Dalam melodi mimpi,
Terhanyut arus inspirasi.


*
Sebuah sajak kecil untuk band-band indie inspiratorku. Yang tetap maju dan mempersembahkan musik yang kaya, meskipun menjadi musikus independen belum membuat mereka menjadi kaya.
Untuk albumnya (bagi yang sudah beralbum), bagi soundcloudnya, bagi youtube nya ;

Banda Neira, Parisude, Paroehwaktoe, Float, Payung Teduh, WSATCC, Frau, Andre Harihandoyo & Sonic People, Gardika Gigih Pradipta, Adhitia Sofyan, The Honey Trees, The Paper Kites, dan tak lupa band sahabat-sahabatku yang baru berganti nama, Ruang Dua (Dengan nama dan formasi lama mereka, Compassio Veraque).
Mungkin ga semuanya kesebut. Tapi kalian para musikus indie, terimakasih inspirasinya!
:')

Tanah Para Ahli Syukur


Berapa kali kita memaki-maki saat jalan di trotoar dan masih diserempet motor?
Berapa kali kita mempersalahkan pemerintah ketika KRL ComLine kebanggan kita sekarang makin penuh sesak karena harga tiketnya sekarang sangat murah?
Berapa kali pula kita menghina pendidikan negara ketika menyaksikan berita tentang sekolah-sekolah pinggiran dan terpencil yang tidak terurus?

Tapi

Berapa kali kah kita berpikir, semua orang sedang berjuang juga?
Berapa kali kah kita mencoba untuk tidak protes dan mulai berpikir
Kalau kita adalah para penuntut hak sekaligus para penunda kewajiban?
Berapa kali kah kita malu jadi makhluk semacam ini?

Kalau jawabannya 'tidak sekalipun', mari kawan.
Aku juga dulu seperti itu. Sampai aku menyadari kalau negara bukan surga.
Negara adalah tugas yang harus kita kerjakan.
Ini negara kita kan?
Ini bukan cuma negaranya pemerintah kan?
Coba bayangkan yang membuat pelanggaran, apa kita juga selalu taat lalu lintas? Apa kita membantu mewujudkan ketertiban dan kenyamanan sesama yang direncanakan negara, sama dengan impian kita juga.
Coba bayangkan KRL yang semakin penuh karena harga tiket yang semakin murah, semua berdesakan dan keadaan tidak nyaman. Ya, keadaan memang belum berubah sampai negara punya cukup uang untuk menambah banyak armada KRL supaya kita tidak sesak lagi. Memang. Tapi negara juga butuh waktu untuk memperbaiki sistem. Mereka baru separuh jalan, baru berhasil menurunkan tarif, dan masih dimaki? Negara butuh perbaikan sistem. Kita juga butuh perbaikan moral.
Oh ya. Kasihan pada rakyat dan sekaligus marah pada pemerintah akan sekolah-sekolah tidak terurus? Pernahkah kita turun dan membantu mereka langsung? Sadarkah pembangunan bukan semurah membeli kacang?
Sadarkah kalau negara kita juga sedang berusaha? Dan kita sepatutnya bersyukur.
Buktikan,

Ini tanah para pejuang, bukan penuntut.

Ini tanah para ahli syukur.

Senin, 12 Agustus 2013

sweet cruelty

Do you know what's the most cruel revenge ever happened?
Let anyone who hate you see you smile and grow big. The bigger you smile, the more they get hurted by their anger.

The world you're protecting not believes in you? Keep going for what you love.

To inform people that asking questions that may change their life, it's a duty of a friend.
To try to save their friends even their friends are too blind to see that it's what they need, it's a responsibility of a good friend.
To accept that none of their friends understood their efforts, to stay true, and stay still, it's a nature of a best friend.

Best. Friend. Your friend, the best among other friends. They'd fight even though what they are fighting for would never believe in them.

Not loving unconditionally. Love unselfishly.

Sabtu, 10 Agustus 2013

things to think about before you decide to scale them.

Yes we are the scales, twenty-third of september until twenty-second of october.
Yes we are representing justice and equality. Oh, pardon me. Because equality not always as the same as justice. Everyone always have their own justice, your justice is always about your OWN needs, aren't they? We are representing equality.
And playing mind games with those scales means playing with you and your opponent's justice. Never do this, you would never win. Unless you are that perfect, because they bettel left a ship shinked than cruise with a single engine. They let the ship sinked. Either the passengers would survive against the catastrophe or they died deep down underwater to tell the world whoever that never help themself, would never end up alive.
Be aware of injustice. Especially that injustice you punish yourself. Think again.

Jumat, 09 Agustus 2013

Ketakutan dan Usaha

"Tapi aku takut air dan aku tidak suka itu"
"Aku juga punya ketakutan"
"Ketakutan hanya milik mangsa"
"Kalau begitu, kau adalah mangsanya air."